Bullying atau perundungan merupakan salah satu masalah yang masih sering terjadi, terutama di lingkungan sekolah dan media sosial. Banyak orang menganggap bullying hanya sebagai candaan atau bentuk keakraban. Padahal, tindakan ini dapat meninggalkan luka yang mendalam bagi korbannya, baik secara fisik maupun mental.
Bullying dapat berupa ejekan, penghinaan, ancaman, pengucilan, hingga kekerasan fisik. Di era digital, muncul pula cyberbullying, yaitu perundungan yang dilakukan melalui media sosial, pesan singkat, atau platform daring lainnya. Dampaknya sering kali lebih luas karena dapat disaksikan oleh banyak orang dan sulit dihapus.
Korban bullying biasanya mengalami penurunan rasa percaya diri, merasa takut, cemas, bahkan depresi. Tidak sedikit yang kehilangan semangat belajar, menarik diri dari pergaulan, atau mengalami gangguan kesehatan mental. Sementara itu, pelaku bullying juga berisiko mengembangkan perilaku agresif yang dapat berdampak pada kehidupan mereka di masa depan.