Fenomena FOMO (Fear of Missing Out) sering terjadi di kalangan remaja saat ini. Fomo berkaitan dengan kondisi psikologis seseorang fomo juga dapat menyebabkan seseorang berasumsi bahwa mereka memiliki peringkat sosial yang rendah karena adanya rasa takut dan cemas tertinggal tren, berita, atau kegiatan sosial yang dipicu oleh paparan media sosial. Tentu kita dapat melihat bahwa penyebab utamanya adalah media sosial dan inginnya diakui oleh kalangan remaja seusianya.  “Semua teman sudah punya”, “Takut ketinggalan tren”, atau “Harus upload biar dianggap eksis”. Kalimat-kalimat ini sering terdengar di kalangan remaja. Fenomena fomo ini sering terjadi di lingkungan sekolah karena tidak mau kalah saing oleh teman-teman yang lainnya. Ada banyak hal yang menjadi penyebab terjadinya fomo di lingkungan sekolah salah satunya ialah tekanan dari teman seusia karna takut di kucilkan dan tidak di ajak bermain karna tertinggal trend.

       Remaja zaman sekarang jarang sekali yang memiliki pendirian yang kuat karna adanya pengaruh media sosial yang membuat mereka ingin sama dengan yang lainya. Padahal memiliki pendirian sendiri itu sangat bagus karena mampu berpikir kritis, mengambil keputusan secara mandiri, dan tidak mudah ikut-ikutan tren atau tekanan teman sebaya yaitu fomo. Fomo itu sendiri memiliki dampah negatif yaitu:

1. Timbulnya rasa cemas dan kurang rasa percayadiri

2. Hilangnya fokus yang dapat membuat nilai mejadi turun

3. Menjadi boros untuk menikuti trend

dan masi banyak lagi dampak negatif lainnya.

Mulai saat ini jadilah remaja yang perpendirian yang kuat untuk meraih masa depan yang cerah. Jangan menikuti trend-trend tidak bermanfaat hanya agar diakui oleh orang-orang.