Jembatan ampera palembang mulai dibangun pada April 1962 menggunakan dana rampasan perang Jepang senilai 15 juta dolar AS. Diresmikan pada 30 September 1965, jembatan ini awalnya bernama Jembatan Soekarno.

Awal Mula dan Perencanaan
  • Usulan menyatukan Seberang Ulu dan Seberang Ilir sudah ada sejak zaman Belanda, tetapi baru terwujud pada era presiden seokarno 
  • Pembangunan melibatkan tenaga ahli konstruksi asal Jepang untuk merancang jembatan megah di atas Sungai Musi.
  • Sempat menjadi jembatan terpanjang di Asia Tenggara pada masanya.
Proses pembuatan dan Teknologi Unik
  • Dibangun dengan panjang total 1.117 meter dan lebar 22 meter.
  • Tinggi menara mencapai 63 meter dari permukaan tanah dengan bobot badan jembatan utama seberat 944 ton.
  • Bagian tengahnya dirancang bisa diangkat naik turun selama 30 menit agar kapal besar bisa lewat.
  • Pengangkatan memakai dua bandul pemberat seberat masing-masing 500 ton di sisi menara.
  • Sejak tahun 1970, bagian tengahnya tidak lagi diangkat karena arus lalu lintas darat makin padat dan macet.

Jembatan Ampera telah 3 kali terjadi perubahan cat warna,yaitu:

Proses Pembuatan dan Teknologi Unik
1. Warna Abu-Abu (1965 – 1992)
  • Konteks Sejarah: Merupakan warna asli saat jembatan pertama kali diresmikan pada 30 September 1965.
  • Tampilan: Nuansa abu-abu keperakan memberikan kesan kokoh, industrial, dan netral layaknya infrastruktur modern pada era tersebut. 
2. Warna Kuning (1992 – 2002)
  • Konteks Sejarah: Jembatan Ampera dicat ulang menjadi warna kuning mencolok pada tahun 1992.
  • Pengaruh Politik: Pewarnaan ini sangat kental dengan pengaruh politik era Orde Baru. Kuning merupakan warna identitas dari Golkar, partai penguasa yang dominan dan memenangi pemilu saat itu. 
3. Warna Merah (2002 – Sekarang)

 

  • Konteks Sejarah: Memasuki era reformasi pada tahun 2002, warna jembatan diubah total menjadi merah menyala di bawah masa kepemimpinan Wali Kota
  • Alasan Budaya: Pengecatan ini bertujuan menghidupkan pariwisata bahari dan memperkuat identitas daerah. Warna merah dipilih karena merupakan warna khas Palembang yang terinspirasi dari kejujuran buah manggis dan ornamen tradisional Kesultanan Palembang Darussalam.