Sebagian besar media sosial memberlakukan aturan usia tertentu saat mendaftar, yaitu rata-rata pada usia 16 tahun. Hanya saja, pemalsuan usia masih sangat mungkin dilakukan secara daring atau online. Hal ini tentunya bisa berdampak buruk pada kehidupan anak dan remaja.
Sisi Baik dan Buruk Media Sosial untuk Anak dan Remaja
Jika digunakan secara bijak, media sosial justru akan memberikan banyak keuntungan bagi anak-anak dan remaja, seperti:
- Sarana komunikasi dengan teman atau keluarga
- Wadah untuk mengekspresikan diri serta berbagi karya seni, video, atau tulisan
- Sarana mengeksplorasi minat dan bakat
- Wadah untuk memperoleh informasi dan menambah wawasan
Meski begitu, media sosial justru bisa menjadi bumerang bagi anak dan remaja apabila digunakan tanpa pengawasan orang tua. Dampak buruk yang mungkin timbul dari penggunaan media sosial pada anak dan remaja meliputi:
- Risiko terkena atau pelaku perilaku negatif, seperti cyberbullying dan body shaming
- Gangguan tidur akibat terus-menerus menjelajahi media sosial
- Sulit mempertahankan fokus dan konsentrasi
- Percaya diri menurun karena membandingkan kehidupan pribadi dengan orang-orang yang ada di media sosial
- Termakan rumor tidak benar atau berita hoaks
- Penipuan dari predator online
Selain risiko di atas, penggunaan media sosial juga berdampak pada kesehatan psikologis anak-anak. Dampak psikologis yang dapat muncul pada anak dan remaja akibat penggunaan media sosial yang berlebihan meliputi gangguan kecemasan dan depresi.