Kita sering mendengar kalimat, "Kebersihan itu bukan tugas saya." Namun, mari kita lihat kenyataan di lapangan: Di tempat kita bekerja saat ini, tidak ada petugas kebersihan khusus yang digaji untuk memungut sampah kita atau merapikan sapu yang kita pakai.
Lalu, jika semua orang merasa "bukan tugasnya", akan jadi apa ruangan kita?
1. Menghapus Ilusi "Tugas Orang Lain"
Saat kita meninggalkan pengki penuh sampah atau membiarkan alat kebersihan berserakan di tengah jalan, kita tidak sedang meninggalkan pekerjaan untuk petugas. Kita sedang meninggalkan beban untuk rekan sejawat atau bahkan untuk siswa kita. Dalam kondisi tanpa petugas khusus, setiap inci debu yang kita biarkan adalah kontribusi kita terhadap ketidaknyamanan bersama.
2. Profesionalisme Bukan Hanya Soal Mengajar
Menjadi guru atau pengelola ruangan yang profesional tidak berhenti saat materi pelajaran selesai disampaikan. Profesionalisme juga mencakup bagaimana kita mengelola lingkungan tempat kita berkarya.
Apakah kita tega melihat rekan kita tersandung sapu yang kita letakkan sembarangan?
Apakah kita nyaman bekerja di ruangan yang perangkatnya tertutup debu?
3. Gotong Royong: Warisan yang Mulai Terlupakan?
Budaya gotong royong seharusnya menjadi napas di lingkungan pendidikan. Mengambil sapu dan membersihkan area setelah digunakan bukanlah penurunan derajat. Justru, itu menunjukkan kedewasaan mental. Orang yang berpendidikan tinggi seharusnya paling paham bahwa lingkungan yang bersih adalah syarat mutlak untuk berpikir jernih.
4. Tantangan untuk Kita Semua
Jika kita masih merasa gengsi atau keberatan melakukan hal kecil seperti mengembalikan sapu ke pojokan, mungkin kita perlu bertanya pada diri sendiri: "Sudahkah saya menjadi teladan yang baik?"
Siswa tidak hanya belajar dari buku teks, mereka belajar dari melihat bagaimana guru-gurunya memperlakukan ruang kelas, laboratorium, dan fasilitas sekolah. Jika gurunya saja abai, jangan pernah bermimpi memiliki siswa yang peduli.
Kesimpulan
Di tempat ini, kebersihan adalah investasi waktu kita bersama. Jika kita ingin ruangan yang nyaman, rapi, dan awet perangkatnya, maka kitalah pelakunya. Tidak ada orang misterius yang akan datang di malam hari untuk membereskan kekacauan kita.
Mari berhenti mencari siapa yang salah, dan mulai mengambil peran.
Catatan Tambahan untuk Anda: Karena tidak ada petugas kebersihan, kepala sekolah atau forum guru harus membuat "Piket Mandiri" atau minimal aturan tertulis: "Habis Pakai, Harap Rapikan." Dengan fakta tidak ada petugas, Anda punya posisi yang sangat kuat untuk menegur siapa pun (termasuk guru senior) karena secara teknis, beban kerja jadi bertambah jika mereka berbuat seenaknya.